C. SISTEM KOLOID
Sistem Koloid terdiri atas dua komponen, yaitu fasa terdispersi (fasa yang tersebar halus) dan pendispersi (medium tempat penyebaran fasa terdispersi). Bentuk ideal dari partikel zat terdispersi
adalah lembaran (laminar), serat (fibrilar), dan butiran (korpuskular). Ukuran partikel yang berbentuk butiran adalah diameter, sedangkan yang berbentuk lembaran dan serat adalah panjang, lebar dan tebal. Di bawah ini disajikan tabel macam-macam sistem koloid.
| No | Fasa Terdispersi | Fasa Pendispersi | Nama Koloid | Contoh |
| 1 | Gas | Cair | Busa | Buih Sabun, shampoo, lerek |
| 2 | Gas | Padat | Busa Padat | Karet Busa, Batu Apung, biskuit |
| 3 | Cair | Gas | Aerosol Cair | Kabut, awan |
| 4 | Cair | Cair | Emulsi | Susu, santan, es krim |
| 5 | Cair | Padat | Emulsi Padat | Mutiara, keju |
| 6 | Padat | Gas | Aerosol Padat | Asap, debu |
| 7 | Padat | Cair | Sol | Cat, agar-agar, larutan kanji, larutan Fe(OH)3 |
| 8 | Padat | Padat | Sol Padat | Kaca berwarna, campuran logam |
Sistem koloid tentu saja memiliki karakteristik-karakteristik tertentu melihat ukuran partikel koloid (tabel perbedaan koloid, larutan sejati dan suspensi). Sifat-sifat koloid dibagi menjadi
1. Efek Tyndall
2. Gerak Brown
3. Elektroforesis
4. Adsorpsi
5. Koagulasi.
Namun, dalam bahasan ini akan dibahas mengenai salah satu sifat dari koloid yaitu koagulasi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar